<< Selamat datang di website MKKS SMK NEGERI KABUPATEN SAMPANG - Mengabdi Untuk Negeri ! >>

Halal Bihalal dan Rapat Koordinasi: Kepala SMK Negeri Se-Madura Satukan Langkah

Daftar Isi

mkkssmknsampang - mengabdi untuk negeri. Pagi itu tidak sekadar pertemuan. Ada suasana yang sulit dijelaskan—hangat, tapi juga penuh beban pikiran. Bertempat di Meeting Room Edotel SMKN 3 Bangkalan, Kamis, 30 April 2026, para kepala SMK Negeri se-Madura berkumpul. Bukan hanya untuk berjabat tangan dalam Halal Bihalal, tetapi juga menyusun arah masa depan pendidikan vokasi di pulau ini.

Acara dibuka dengan sambutan Kepala SMKN 3 Bangkalan, Sujadi, S.Pd., MT. Suaranya tenang, namun tegas. Ia tidak banyak basa-basi. “SMK harus terus adaptif,” kira-kira itu pesan yang ingin ditinggalkannya. Dunia berubah cepat. Sekolah tidak boleh berjalan lambat.

Kemudian, Ketua Forkom Kepala SMK, Suieb, S.Pd., M.Pd, mengambil alih suasana. Lebih cair, tapi tetap tajam. Ia mengajak semua kepala sekolah untuk tidak sekadar hadir, tetapi benar-benar berpikir. Tentang siswa. Tentang lulusan. Tentang masa depan.

Lalu forum berubah menjadi ruang berbagi. Ketua MKKS dari Sampang, Pamekasan, Bangkalan, hingga Sumenep bergantian menyampaikan pengalaman. Tidak ada yang paling benar. Tidak ada yang paling hebat. Yang ada adalah saling belajar. Tentang bagaimana sekolah bertahan. Tentang bagaimana meningkatkan kualitas. Tentang bagaimana menjawab tantangan industri.

Di sela-sela itu, ada momen yang menghangatkan hati. Pemberian tali asih kepada kepala SMK yang telah purna tugas. Tepuk tangan mengalir lebih lama dari biasanya. Ada rasa hormat. Ada rasa terima kasih. Dan mungkin, ada sedikit rasa haru yang disembunyikan.

Namun forum ini bukan sekadar nostalgia. Diskusi terus bergerak. Isu-isu terkini seputar SMK dibedah. Dari kurikulum berbasis industri, penyerapan lulusan, hingga tantangan teknologi yang semakin tidak bisa dihindari.

Yang menarik, tidak ada kesan formal yang kaku. Justru terasa seperti percakapan panjang antar sahabat lama yang punya tujuan sama.

Hari itu, Bangkalan bukan hanya menjadi tuan rumah. Ia menjadi titik temu gagasan. Tempat di mana para pemimpin sekolah menyadari satu hal penting: masa depan SMK di Madura tidak bisa dibangun sendiri-sendiri.

Harus bersama. Harus bergerak. Sekarang.

Posting Komentar